Ketika aku lapar bukan tentang satu piring nasi lengkap beserta menu 4 sehat lima sempurnanya, tapi tentang sebungkus nasi warteg yang kita habiskan bersama dengan lahapnya,

Ketika kehujanan dijalan aku tidak berpikir payung dan jas hujan tapi tentang jagung rebus dan halte kecil tempat kita dulu pernah berteduh...

Waktu aku sakit bukan dokter dan obat yang aku lebih butuhkan tapi 1 kaleng biskuit, 2 butir buah apel, 1 butir buah jeruk, segelas susu cokelat panas dan greating card "Semoga lekas sembuh" dengan emoticon smiley darimu,

Ketika aku sedih, aku tidak pernah membutuhkan rokok dan tidak perlu terlihat cengeng seperti sekarang karena dulu aku hanya memerlukan tepukan tanganmu dipundakku untuk memulai menghiburku menghajar kesedihanku...

Ketika aku bahagia itu bukan tentang kenaikan gaji & posisi kedudukan profesiku, projek yang goal dengan sukses, atau nilai 3,7 dari indeks prestasi komulatif yang aku raih, tapi tentang kelereng, gelang karet, layang-layang, perahu kertas dan masa persahabatan kecil kita yang selalu ceria,

Demi melihat hari esok yang segera lebih cerah, demi cita-citamu, demi mimpi-mimpimu aku hanya bisa tersenyum saat kamu berkata selamat tinggal, karena aku tidak pernah merasa berpisah, aku malah akan lebih bahagia karena kamu akan pergi ketempat yang lebih baik : disana dan didalam hatiku....

Jika ada kehidupan lain mau kah kamu menjadi sahabatku lagi sekaligus jodoh bagiku?



"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran."
-Kahlil Gibran-